NADIKABAR.COM — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir positif pada Kamis (5/11/2026). IHSG tercatat naik 2,25% ke posisi 5.030,26. Sejumlah saham menjadi penopang indeks, di antaranya BBCA yang menguat 3,96%, AMMN melonjak 8,28%, serta TLKM naik 5,57%.

Meski indeks bergerak naik, beberapa saham justru berada di zona merah. BRPT turun 6,67%, disusul AADI yang terkoreksi 3,53% dan TPIA melemah 1,15%. Investor asing juga masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp25,48 miliar di pasar reguler. Jika dihitung dari seluruh pasar, nilai net sell asing mencapai Rp65,53 miliar.

Penguatan terjadi secara merata di seluruh sektor. Sebanyak 11 sektor saham berhasil ditutup di zona hijau, dengan Basic Industry mencatatkan kenaikan paling tinggi sebesar 3,78%.

Kondisi berbeda terlihat di Wall Street. Tiga indeks utama Amerika Serikat (AS) kompak melemah. Dow Jones turun 3,44% ke level 51.523, S&P 500 terkoreksi 4,36% ke posisi 7.353, dan Nasdaq merosot 5,52% ke level 24.314.

Pelemahan bursa AS dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap laju ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi melambat. Selain itu, muncul pula kekhawatiran mengenai kemungkinan pengetatan aturan pusat data (data center) di AS. Tekanan semakin terasa setelah saham-saham semikonduktor, termasuk SK Hynix dan Samsung Electronics, mengalami aksi jual dalam jumlah besar.

Perkembangan tersebut perlu dicermati karena sentimen negatif dari pasar global berpotensi merembet ke pasar saham domestik. Sementara itu, ETF EIDO tercatat turun 0,20%, berbanding terbalik dengan MSCI Indonesia yang justru naik 2,30%.

AUTO berencana memperluas jaringan bisnis ritel dengan membuka sekitar 30 gerai modern baru pada 2027. Ekspansi ini dilakukan untuk memperkuat bisnis aftermarket, khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumen terhadap penggantian komponen dan perawatan kendaraan.

Sejumlah merek gerai yang akan dikembangkan meliputi Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, hingga Astra Otoservice. Dalam menentukan lokasi ekspansi, AUTO akan memperhatikan kepadatan kendaraan di masing-masing wilayah agar pembukaan gerai sesuai dengan potensi pasar setempat.

Tidak hanya mengandalkan gerai fisik, AUTO juga mengembangkan layanan digital melalui AstraOtoshop. Konsumen dapat melakukan pemesanan produk maupun layanan perawatan kendaraan secara online, kemudian melanjutkan proses pemasangan atau perawatan di gerai fisik terdekat. Strategi ini menggabungkan layanan digital dan jaringan ritel melalui konsep online-to-offline (O2O).

Melalui berbagai langkah tersebut, AUTO membidik pertumbuhan bisnis di atas rata-rata industri pada 2027. Perseroan juga mulai memperluas variasi produk, termasuk komponen untuk kendaraan listrik.

Selain industri otomotif, AUTO turut mengembangkan portofolio di sektor lain seperti alat kesehatan. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor usaha.