LPKR mencatatkan marketing sales sebesar Rp5,49 triliun melalui LippoLand selama Januari-September 2026. Angka tersebut telah mencapai 91% dari target penjualan sepanjang tahun ini yang dipatok sebesar Rp6 triliun.

Penjualan tersebut terutama berasal dari hunian tapak dengan harga terjangkau hingga segmen menengah. Kontribusinya mencapai 75% dari total prapenjualan. Menariknya, sekitar 71% transaksi menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini menunjukkan bahwa pembeli rumah pertama dan konsumen yang membeli untuk ditempati sendiri (end-user) masih mendominasi pasar LPKR.

Di tengah pencapaian penjualan tersebut, kinerja keuangan LPKR pada sembilan bulan pertama 2026 juga memperlihatkan perbaikan margin. Walaupun pendapatan Perseroan turun 17,46% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,37 triliun, laba kotor justru tumbuh 4,89% YoY menjadi Rp2,30 triliun.

Peningkatan laba kotor tersebut membuat gross profit margin LPKR naik menjadi 42,86%, dibandingkan 33,73% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dampaknya terlihat pada laba bersih yang mencapai Rp1,24 triliun, melonjak 236,47% dibandingkan periode Januari-September 2025 sebesar Rp368,20 miliar.

Namun, kenaikan laba tersebut tidak terlepas dari rendahnya basis perbandingan pada tahun sebelumnya dan kontribusi laba entitas asosiasi sebesar Rp523,92 miliar.

Dengan demikian, perbaikan kinerja LPKR tidak semata-mata berasal dari peningkatan volume penjualan, tetapi juga didukung oleh margin dan komposisi produk. Ke depan, permintaan hunian pada segmen terjangkau diharapkan tetap menjadi salah satu penopang penjualan Perseroan.

ITMG menyiapkan dana maksimal Rp2,31 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi ini akan dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan.

Seluruh dana untuk pelaksanaan buyback akan menggunakan kas internal Perseroan. Berdasarkan perhitungan proforma, aksi tersebut diperkirakan membuat total aset ITMG berkurang dari US2,42miliarmenjadiUS2,29 miliar. Sementara itu, total ekuitas diproyeksikan turun dari US1,91miliarmenjadiUS1,78 miliar.

Di sisi lain, rasio return on equity (ROE) Perseroan diperkirakan meningkat dari 11,10% menjadi 11,90% setelah pelaksanaan buyback.

ITMG menjadwalkan pembelian kembali saham tersebut berlangsung selama tiga bulan, mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027. Pelaksanaannya mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 juncto Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 dan S-137/D.04/2026.

AMRT - Buy 925-935 | TP 955-975 | SL 875