Menurut dia, pengumuman sasaran inflasi secara terbuka juga dapat membantu membentuk ekspektasi masyarakat dan pelaku usaha terhadap perkembangan harga.

Esther mengatakan kerangka tersebut turut memperkuat komunikasi bank sentral kepada publik mengenai kondisi perekonomian dan arah kebijakan moneter serta membantu menjaga orientasi kebijakan terhadap stabilitas harga dalam jangka panjang.

Namun, ia mengingatkan bahwa karakter sumber inflasi perlu diperhatikan karena instrumen moneter mempunyai efektivitas yang berbeda terhadap tekanan yang berasal dari sisi permintaan dan pasokan.

Ia menilai kebijakan moneter lebih efektif mengendalikan inflasi yang dipicu peningkatan permintaan.

Sebaliknya, apabila tekanan berasal dari lonjakan harga pangan atau minyak akibat kenaikan biaya maupun gangguan pasokan, kenaikan suku bunga dapat ikut memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Esther juga mengatakan kebijakan moneter membutuhkan jeda waktu sebelum memberikan dampak terhadap inflasi.

"Kebijakan moneter membutuhkan waktu, bisa beberapa bulan hingga setahun, untuk memengaruhi inflasi riil, sehingga prediksi yang meleset dapat membuat kebijakan menjadi tidak efektif," katanya.