Esther mengingatkan penyaluran bantuan dalam bentuk beras tetap perlu memperhatikan risiko kerusakan serta perbedaan kualitas yang diterima masyarakat.

Untuk memberi dampak yang lebih panjang, ia menilai dukungan kepada masyarakat juga perlu diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

"Sebaiknya bantuan itu diwujudkan untuk akses pendidikan yang lebih luas, perbaikan sarana prasarana sekolah karena dampaknya bisa lebih panjang dan mencerdaskan bangsa," ujar dia.

Menurut Esther, pendidikan dapat memperluas peluang masyarakat memperoleh pekerjaan dengan tingkat penghasilan yang lebih baik sehingga dalam jangka panjang ketergantungan terhadap bantuan dapat berkurang.

"Masyarakat cerdas tidak tergantung dengan bantuan pemerintah karena peluang untuk mendapatkan pekerjaan lebih baik dengan gaji lebih layak terbuka," tuturnya.

Ia juga mengingatkan pemberian bantuan beras tidak serta-merta menciptakan ruang keuangan yang cukup bagi rumah tangga penerima untuk menabung, berinvestasi, maupun membiayai pendidikan.

Kondisi tersebut, menurut Esther, berkaitan dengan besarnya porsi kebutuhan pangan pada kelompok berpendapatan rendah sebagaimana dijelaskan dalam Hukum Engel.

"Persentase pengeluaran makanan terhadap pendapatan atau total pengeluaran dikenal sebagai pangsa pangan. Menurut teori ekonomi, hukum Engel, semakin kecil pendapatan seseorang atau sebuah rumah tangga, maka semakin besar persentase yang dipakai untuk membeli makanan," ucap Esther.