NADIKABAR.COM — Lembaga kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memaparkan empat faktor yang menyebabkan harga beras masih tinggi meskipun cadangan beras pemerintah mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026.

Dalam diskusi publik Indef di Jakarta, Kamis, Peneliti Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF Afaqa Hudaya mengatakan tingginya stok beras pemerintah belum sepenuhnya menjamin ketersediaan pasokan di pasar maupun keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan harga beras masih tinggi adalah stok yang terkonsentrasi di gudang pemerintah sehingga tidak seluruhnya langsung tersalurkan ke pasar.

Penyerapan gabah dalam jumlah besar oleh Bulog saat panen juga menurutnya menyebabkan gabah yang beredar di penggilingan menipis.