Keempat, penyimpanan stok dalam waktu terlalu lama berisiko menurunkan kualitas beras sehingga kurang diminati masyarakat dan mengurangi efektivitas operasi pasar.
Afaqa mencatat rata-rata harga beras medium pada Oktober 2026 mencapai Rp14.677 per kilogram, melampaui harga eceran tertinggi (HET) zona 1 sebesar Rp13.500 dan zona 2 sebesar Rp14.000 per kilogram.
Dia menilai pemerintah perlu memperbesar penyaluran SPHP secara bertahap, terutama ke provinsi dengan inflasi pangan tinggi, serta memperketat pengawasan distribusi dan memberikan sanksi terhadap praktik pengemasan ulang beras SPHP.
Ia menekankan ketahanan pangan seharusnya diukur dari keterjangkauan harga di pasar, bukan sekadar besarnya stok beras di gudang.