“Jika penjualan belum berkembang, tambahan pinjaman berisiko menekan arus kas. Pembiayaan perlu terhubung dengan pembeli dan rantai pasok yang jelas,” ujarnya menambahkan.

Rizal juga menilai perbankan perlu memperkuat penilaian kredit berbasis arus kas, menyederhanakan persyaratan, serta menyesuaikan biaya dan angsuran dengan siklus usaha.

Penjaminan dan pendampingan, menurut dia, juga perlu menjangkau debitur baru serta usaha mikro dan kecil.

Rizal menekankan, keberhasilan program pembiayaan tidak cukup diukur dari besarnya kredit yang disalurkan, tetapi juga dari peningkatan produktivitas, laba usaha, penciptaan lapangan kerja, serta kualitas kredit yang tetap terjaga.