Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit atau pinjaman produktif hingga Rp400 triliun kepada 28 juta keluarga penerima manfaat pada 2027.
Kredit tersebut diarahkan untuk mendukung petani, nelayan, masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masyarakat pedesaan, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (23/10), mengatakan tambahan kredit tersebut bertujuan memperluas akses pembiayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli.
Ia menyebut pemerintah akan mengkaji kebutuhan pembiayaan setiap sektor untuk menentukan skema penyaluran kredit. Selain melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah membuka kemungkinan penggunaan skema pembiayaan lainnya.