Target selanjutnya memperoleh lisensi Design Organization Approval (DOA) Class D dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI pada akhir tahun 2026. Lisensi ini memberikan legalitas institusional penuh bagi Vela Aero dalam merancang dan memanufaktur pesawat udara bersertifikat nasional.

Hingga saat ini, Vela Aero telah berhasil mengamankan akumulasi 160 Letter of Intent (LOI) untuk pengadaan armada Vela Alpha dari pemesan pasar domestik dan internasional. Angka tersebut belum termasuk berbagai kesepakatan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis dengan berbagai pemangku kepentingan industri yang tidak menspesifikasikan jumlah armada secara eksplisit, serta kerja sama dalam pengembangan sarana pendukung operasi AAM ini.

Salah satu kesepakatan komersial utama yang ditandatangani bersamaan dengan gelaran HEXIA 2026 adalah MoU bersama operator aviasi terkemuka, Whitesky Aviation, terkait rencana pengadaan 50 unit armada Vela Alpha untuk mendukung rute airport feeder, taksi udara perkotaan, pariwisata premium (high-yield tourism), dan logistik kawasan industri.

Setelah pencapaian tonggak akhir 2026, Vela Aero akan memfokuskan periode 2027-2028 pada masa transisi memasuki fase sertifikasi pesawat Alpha dan konversi Letter of Intent (LOI) menjadi kontrak pemesanan pasti (firm purchase orders) serta integrasi ekosistem vertiport, MRO, dan perusahaan leasing, sebelum meraih Type Certification (TC) penuh pada akhir 2028.