NADIKABAR.COM — Indonesia turut berlomba membangun data center untuk memperkuat infrastruktur ekonomi digital dan pengembangan kecerdasan artifisial (AI) nasional. Langkah strategis ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi serta menyerap investasi bernilai miliaran dolar.

Hal ini didasari oleh posisi Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mendekati US$100 miliar pada 2025, terbesar di Asia Tenggara.

Namun, pasar yang besar membutuhkan infrastruktur untuk menopangnya. Semakin banyak aktivitas digital dan semakin berkembangnya AI, semakin besar pula kebutuhan terhadap kapasitas komputasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melihat hubungan tersebut sebagai bagian dari agenda pertumbuhan ekonomi nasional.

"Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya data centernya baik," kata Airlangga dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai penguatan infrastruktur AI dan kapasitas komputasi menjadi kunci agar Indonesia tidak berhenti sebagai pengguna teknologi.

"Kita tidak ingin hanya menjadi pasar atau pengguna. Kita ingin memperoleh posisi strategis dalam rantai nilai industri AI global," ujar Nezar.