NADIKABAR.COM β Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai Indonesia berpeluang mempertahankan surplus perdagangan hingga akhir 2026 meskipun nilai surplus sepanjang Januari-September menyusut tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Yusuf, saat dihubungi di Jakarta, Rabu, menilai surplus perdagangan masih berpeluang terjaga secara tahunan, meskipun nilainya diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
βRisiko penyusutan masih cukup besar karena pada kuartal IV biasanya impor meningkat, terutama untuk kebutuhan energi dan konsumsi menjelang akhir tahun,β kata dia.