Menurutnya, peningkatan impor untuk kebutuhan energi dan konsumsi menjelang akhir tahun berpotensi menambah tekanan, sementara harga sejumlah komoditas ekspor utama belum memberikan dorongan yang cukup kuat.
Untuk menjaga kinerja perdagangan, Yusuf menilai pemerintah perlu memperkuat ekspor melalui pengembangan manufaktur bernilai tambah, diversifikasi pasar tujuan ekspor, serta peningkatan efisiensi logistik.
Selain itu, penguatan industri antara domestik, seperti petrokimia, baja, dan komponen manufaktur juga menurutnya diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor tanpa menghambat kebutuhan produksi industri.