Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan Indonesia mencapai 10,61 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026, turun dari 33,48 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyusutan surplus terjadi ketika laju impor tumbuh 19,67 persen secara tahunan menjadi 210,63 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor sebesar 5,58 persen menjadi 221,23 miliar dolar AS.

Yusuf memperkirakan risiko penyusutan surplus masih cukup besar pada sisa tahun ini.