Kerja sama di sektor ini mencakup penyediaan bibit berkualitas, penerapan mekanisasi dan teknologi budi daya, serta perbaikan proses pengeringan dan penyimpanan hasil panen. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu bahan baku bagi industri pengolahan.
Dari sisi pasar, perwakilan Asosiasi Tilapia Indonesia (ATI), Andhi Trapsilo, memaparkan nilai ekspor tilapia Indonesia pada JanuariβNovember 2025 mencapai 87,57 juta dolar AS atau sekitar Rp1,58 triliun.
Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor dengan pangsa 51,7 persen, disusul Kanada sebesar 24,7 persen. Sementara itu, ekspor ke Uni Eropa mencapai 7,13 juta dolar AS atau 8,1 persen dari total nilai ekspor yang dipaparkan.
Andhi juga menyebut nilai ekspor tilapia Indonesia mencapai 6,98 dolar AS per kilogram, tertinggi di antara eksportir utama dunia seperti China, Kolombia, Vietnam, dan Taiwan.
Ia menyebutkan, selain fillet sebagai produk utama, industri tilapia berpeluang meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan hasil samping pengolahan.