Kulit dan sisik ikan dapat diolah menjadi bahan baku kolagen dan gelatin, sedangkan bagian lainnya dapat dimanfaatkan untuk tepung dan minyak ikan.

Sementara itu, perwakilan Indonesian Tropical Seaweed Association (INTROSEA), Artati Widarti, mengatakan potensi pemanfaatan rumput laut tidak terbatas pada produk hidrokoloid seperti karaginan dan agar.

Rumput laut juga dapat dikembangkan sebagai bahan baku untuk industri pangan, kosmetik, farmasi, bioplastik, serta produk pendukung pertanian dan perikanan.

Menurut Artati, kemitraan Indonesia–Eropa dapat dikembangkan melalui perdagangan produk turunan, penelitian, investasi, dan pengolahan. Dukungan pengujian mutu, pemenuhan standar, serta akses pasar diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk rumput laut Indonesia.