NADIKABAR.COM β Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian China Zhang Zhu menyepakati penguatan kerja sama pertanian untuk meningkatkan produksi, transfer teknologi, investasi, dan pengembangan komoditas strategis guna memperkuat kapasitas produksi kedua negara.
"Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua negara," kata Mentan Amran terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Kesepakatan tersebut dilakukan dalam pertemuan bilateral Mentan Amran dengan Menteri Pertanian China Zhang Zhu, Senin (2/11).
Pertemuan membahas pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir, kolaborasi penelitian dan teknologi pertanian modern, penguatan perdagangan komoditas unggulan, serta peluang investasi industri pengolahan.
"Kerja sama dengan Tiongkok harus menghasilkan manfaat konkret bagi sektor pertanian Indonesia," ujarnya.
Menurutnya kemitraan tidak cukup hanya menjaga kelancaran perdagangan, tetapi juga perlu memperkuat kemampuan produksi nasional, mempercepat modernisasi pertanian, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan.
βKita ingin kerja sama ini diperkuat. Untuk komoditas yang kita butuhkan, seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok,β tutur Amran.
Amran mengaku salah satu agenda utama yang diusulkan yakni pengembangan bawang putih secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih, teknologi budidaya, alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan klaster produksi di Indonesia.
Langkah itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.