Ia juga mengusulkan penelitian gandum sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang masih bergantung pada impor.
Kemitraan Indonesia-China diharapkan tidak hanya memperkuat perdagangan, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi nasional melalui transfer teknologi, penelitian, investasi, dan pengembangan industri hilir.
Sementara itu, Menteri Pertanian China Zhang Zhu menilai hubungan kerja sama pertanian dengan Indonesia telah menunjukkan perkembangan positif sejak 2019.
Ia juga menyoroti besarnya hubungan perdagangan kedua negara yang menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan di sektor pertanian.
Zhang juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. China siap memperdalam pembahasan teknis mengenai teknologi produksi, teknik penanaman, dan aspek budidaya lain yang dapat dikerjasamakan.
“Kami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya yang dapat dikerjasamakan oleh kedua negara,” ujar Zhang.
Untuk komoditas kopi, kakao dan kelapa sawit, Zhang menyampaikan pihaknya akan mendorong pembentukan kelompok kerja atau working group untuk membahas kerja sama komoditas unggulan Indonesia tersebut.
Zhang juga menawarkan penguatan diskusi teknis dan kolaborasi penelitian, termasuk pemanfaatan drone tanpa awak, robot pertanian, dan AI. Tiongkok juga menyatakan kesiapan mengorganisasikan delegasi perusahaan untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.