Saat ini, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih Indonesia dipenuhi dari Tiongkok. Karena itu, Amran mendorong agar hubungan kedua negara dikembangkan menjadi kemitraan yang juga mendukung peningkatan produksi bawang putih di Indonesia.
βKita ingin kerja sama hulu sampai hilir untuk bawang putih, mulai dari benih, teknologi, alat dan mesin pertanian, hingga membangun klaster di Indonesia,β kata Amran.
Selain bawang putih, Amran mendorong pengembangan klaster komoditas unggulan Indonesia, khususnya kelapa, kopi, dan durian. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.
Di bidang investasi, Mentan menawarkan peluang bagi perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan industri pengolahan di kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah. Sektor yang ditawarkan antara lain industri kelapa dan produk turunannya, rumput laut, serta industri vaksin untuk pertanian.
Menurut Amran, kesiapan lahan, legalitas, dan dukungan insentif di kawasan tersebut diharapkan memudahkan investor merealisasikan pembangunan industri di Indonesia.
βLahannya sudah siap, legalitasnya juga disiapkan. Investor tinggal datang. Kita ingin membangun industri pengolahan, seperti pabrik kelapa dan rumput laut, sehingga sumber daya yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah lebih besar,β jelasnya.
Transfer teknologi menjadi agenda penting lainnya dalam pertemuan tersebut. Amran mendorong kerja sama di bidang mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Amran juga mengusulkan peningkatan kerja sama perdagangan produk susu, mengingat kebutuhan susu Indonesia sekitar 4 juta ton per tahun.