NADIKABAR.COM — Indonesia mulai menjajaki peluang pasar kerja baru bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Republik Palau, termasuk di sektor profesional, industri konstruksi, dan maritim.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani dalam siaran pers KP2MI pada Jumat mengatakan Palau memiliki kebutuhan tenaga kerja di sejumlah bidang, seiring berkembangnya sektor pariwisata dan industri hospitality di negara kepulauan tersebut.
"Palau memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu negara tujuan penempatan pekerja migran," kata Christina dalam pertemuan daring dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Filipina Victorina Hesti Dewayani pada Kamis (8/10).
Selain sektor hospitality, Palau membutuhkan tenaga kerja profesional dan terampil antara lain tenaga konstruksi, insinyur sipil, serta pekerja di sektor maritim, termasuk nakhoda dan pekerjaan di atas kapal.
"Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi tertentu, tentu menjadi peluang yang perlu kita respons dengan menyiapkan pekerja migran yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna di negara tujuan," ujar dia.
Christina mengatakan Kementerian P2MI bersama KBRI Manila akan menindaklanjuti peluang tersebut dengan mempertemukan perusahaan calon pengguna tenaga kerja dari Palau dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober 2026.
"Kami ingin memetakan kebutuhan tenaga kerja di Palau dengan lebih konkret, termasuk persyaratan kompetensi dan kualifikasinya," jelasnya.
Menurut dia, pemetaan tersebut diperlukan agar calon PMI yang disiapkan memiliki keterampilan dan kualifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja Palau.
"KP2MI selanjutnya akan berkoordinasi dengan KBRI Manila dan para pemangku kepentingan terkait untuk menindaklanjuti potensi penempatan pekerja migran ke Palau," tambah Christina.