"Petani yang menerapkan teknologi biochar layak mendapat benefit ekonomi karena mencegah laju perubahan iklim,” kata Phil.

Pengajar di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Prof. Dedi Nursyamsi menilai sektor pertanian di berbagai negara dunia termasuk negara ASEAN menghadapi tantangan berupa perubahan iklim, degradasi lahan, dan menurunnya kesuburan tanah.

Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, tetapi juga terhadap keberlanjutan sumber daya lahan dalam jangka panjang.

"Biochar merupakan salah satu inovasi yang dapat mendukung pertanian regeneratif,” kata Dedi.

Biochar merupakan bahan kaya karbon yang dihasilkan melalui proses pemanasan bahan organik dengan oksigen terbatas yang disebut pirolisis. Pengggunaan biochar ke dalam tanah berpotensi memberikan manfaat agronomis seperti retensi hara, kapasitas menahan air, serta mendukung perbaikan sejumlah sifat tanah.

Di sisi lain biochar juga bermanfaat secara klimatologis karena karbon yang tersimpan dalam biochar dapat bertahan dalam tanah pada periode yang relatif panjang.

β€œKarakteristik tersebut yang menghubungkan program biochar dengan mekanisme kredit karbon,” jelas Dedi.