"Jadi dibahas di sini sekitar tiga hari, yang tadinya draft (usulan) masih mentah, mudah-mudahan pulang dari sini nanti sudah menjadi sebuah draft nominasi yang siap untuk dikumpulkan ke UNESCO," ujar dia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KNCU Hyunik Hong mengemukakan, kegiatan pelestarian arsip kebudayaan ini telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2009 sebagai upaya memperkuat pengakuan terhadap warisan dokumenter negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
"Kawasan Asia memiliki kekayaan arsip dokumenter yang sangat beragam, tetapi warisan dokumenter tersebut belum terwakili secara memadai dalam daftar memori dunia UNESCO. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu negara-negara di kawasan Asia-Pasifik agar semakin banyak warisan dokumenter mereka yang memperoleh pengakuan UNESCO," kata Hong.