Ia mengapresiasi Kementerian Kebudayaan dan ANRI atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan kali ini. Hong juga mengaku senang Korea Selatan dapat menjadi tuan rumah kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengakuan internasional terhadap warisan dokumenter Asia.
Berdasarkan data ANRI, Indonesia hingga tahun 2025 telah mendapatkan 16 pengakuan warisan dokumenter dalam program Memory of the World, termasuk melalui nominasi bersama negara lain. Beberapa koleksi yang memperoleh pengakuan pada 2025 di antaranya arsip pendirian ASEAN periode 1967โ1976 dan surat-surat serta arsip Raden Ajeng Kartini yang merekam perjuangan kesetaraan gender.
Sementara itu, berdasarkan data UNESCO, Korea Selatan memiliki 20 koleksi dalam register internasional Memory of the World. Dua koleksi terbaru yang diakui pada 2025 adalah arsip Jeju 4ยท3 dan arsip rehabilitasi hutan Korea, yang merekam sejarah rekonsiliasi masyarakat serta pemulihan lingkungan pascaperang.