Kerja sama juga dapat mencakup pengembangan talenta, penguatan ekosistem perfilman, serta perluasan akses ke pasar dan festival film internasional.

“Industri film dan musik memiliki potensi besar untuk memperkuat hubungan kedua negara. Kita dapat membuka lebih banyak ruang bagi sineas dan musisi untuk berkarya lintas negara, sekaligus memperluas jangkauan karya Indonesia dan Malaysia agar dikenal oleh masyarakat lebih luas,” tutur Menbud Fadli.

Selain industri kreatif, kedua pihak turut membahas pelestarian warisan budaya yang memiliki keterkaitan sejarah di kawasan.

Menbud Fadli mengusulkan penguatan kerja sama kebudayaan Melayu, khususnya melalui digitalisasi manuskrip, dokumentasi tradisi lisan, dan pengembangan aksara Jawi.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang nominasi bersama untuk warisan budaya takbenda, dengan tindak lanjut melalui koordinasi antarkementerian dan lembaga terkait.

“Kita juga perlu memperkuat kerja sama dalam pelestarian warisan budaya yang kita miliki bersama. Peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui pertukaran delegasi budaya, digitalisasi manuskrip, serta penjajakan nominasi bersama agar warisan budaya kita semakin dikenal dan mendapat pengakuan di tingkat internasional,” tambah Menbud Fadli.

Menbud Fadli berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pembicaraan atau penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata.