Susi menambahkan, kerja sama MRA terkait sertifikasi dan kompetensi awak kapal sangat ditunggu-tunggu baik oleh warga negara Indonesia maupun pihak Portugal, karena tanpa ada perjanjian maka mereka tidak mau menerima.

Apalagi kata Susi, di Portugal awak kapal dari Indonesia sangat ditunggu sebab ketika tidak ada awak kapal maka kapal yang ada tidak bisa berjalan.

"Semua itu menanti, karena mereka tidak mau menerima tanpa adanya kesepakatan. Jadi adanya sertifikasi itu penting bagi kita, sehingga kapal-kapal di sana bisa berjalan," katanya.