Indonesia menekankan pentingnya pendanaan UNRWA yang memadai dan berkelanjutan, dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel agar lembaga tersebut dapat terus memberikan pendidikan dan perlindungan bagi anak-anak pengungsi Palestina.

"UNRWA memiliki peran yang tidak tergantikan dalam menjamin akses pendidikan bagi pengungsi Palestina. Karena itu, solidaritas internasional harus diwujudkan melalui dukungan pendanaan dan kerja sama nyata yang berkelanjutan," katanya.

Indonesia juga berupaya memperluas akses pendidikan bagi warga Palestina. Pada 9 September Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan program beasiswa magister bagi 200 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Indonesia dengan anggaran Rp22 miliar.

Jakarta juga memperkuat kerja sama di bidang reformasi pendidikan, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pembangunan sistem pendidikan inklusif melalui dialog Indonesia–Palestina pada April 2026 yang melibatkan Australia.

Dukungan RI juga mencakup bantuan kemanusiaan. Berdasarkan laporan KBRI Kairo, hingga Februari 2026, bantuan yang tercatat melalui Mesir mencapai sekitar 22,55 juta dolar AS (sekitar Rp405 miliar) dengan berat 2.580 ton.

Pada April 2026, konvoi 24 truk membawa tambahan bantuan seberat 500 ton senilai Rp20 miliar bagi 150.000 orang di Gaza.