Ponsel ini dibekali kamera belakang hanya 2 MP dengan LED flash. Kemampuan perekaman videonya pun sangat terbatas menurut standar sekarang, yakni CIF dengan frame rate sekitar 15 fps. Nokia N77 menjalankan sistem operasi Symbian dan menjadi bagian dari keluarga Nseries yang populer pada masanya.

Menariknya, N77 ketika diluncurkan bukan sekadar HP untuk telepon dan SMS. Nokia membekalinya dengan tuner DVB-H sehingga perangkat tersebut dirancang untuk menikmati siaran televisi mobile, fitur yang terbilang canggih pada zamannya.

Hampir 20 tahun kemudian, Nokia N77 malah kembali mencuri perhatian berkat dipakai merekam pertandingan sepakbola di era ketika smartphone sudah mampu menghasilkan video 4K bahkan 8K.

Tak heran jika hasil rekaman Indonesia vs Thailand tersebut sukses membawa warganet bernostalgia sekaligus berlomba membuat komentar kocak. Kualitas videonya mungkin kalah jauh dari HP modern, tetapi urusan bikin ramai media sosial, Nokia jadul ini masih punya taji.