Kendati fokus pada sektor agraria, Pemkab Indramayu tetap mengakomodasi pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan 14.110 hektare kawasan industri. Lucky menjelaskan, ekspansi sektor industri ini bertujuan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga lokal. Harapannya, ketersediaan lapangan kerja di daerah dapat menekan ketergantungan warga untuk bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Di sisi produktivitas, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heryanto, memproyeksikan panen padi tahun ini mampu menembus angka 1,6 juta hingga 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP).
"Produksi padi kita rata-rata 6,8 ton per hektare. Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah penyumbang padi terbesar di Indonesia," ujar Sugeng.