Namun, ancaman kekeringan pada lahan tadah hujan saat musim kemarau masih menjadi tantangan serius bagi petani. Sebagai solusi, Pemkab Indramayu menggulirkan program bantuan pompa air dan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).
Sugeng mengungkapkan, usulan pembangunan JIAT di 63 titik telah disetujui oleh BBWS Citarum, sementara 47 titik lainnya masih dalam proses pengajuan. Proyek irigasi ini diprioritaskan untuk wilayah rentan seperti Kecamatan Gantar, Kroya, Terisi, serta sebagian Cikedung dan Gabuswetan.
Sugeng menekankan pentingnya sinergi tim redaksi pemerintah dan petani agar mitigasi dampak iklim ini berjalan optimal demi menjaga stabilitas produksi pangan daerah secara berkelanjutan.