Pada hari ketika anak orangutan mendapatkan kesempatan bermain, durasi interaksinya rata-rata sekitar 20 menit.
Meski terlihat singkat, kesempatan tersebut dinilai penting karena anak orangutan memiliki peluang terbatas untuk bertemu teman sebaya di alam liar.
Perilaku tersebut mengingatkan pada orang tua manusia yang sengaja mengajak anaknya bertemu teman untuk bermain bersama.
Dalam bahasa Inggris, kegiatan semacam ini dikenal sebagai playdate. Namun, peneliti tidak menyatakan orangutan benar-benar membuat jadwal bermain seperti manusia.
Istilah tersebut digunakan sebagai analogi untuk menggambarkan bagaimana induk orangutan membantu menciptakan kesempatan bersosialisasi bagi anaknya.
Bermain memiliki peran penting dalam perkembangan satwa muda. Melalui interaksi dengan teman sebaya, anak orangutan dapat melatih kemampuan bergerak, berkomunikasi, serta mengenali perilaku sosial.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat orangutan memiliki masa ketergantungan terhadap induk yang sangat panjang dibandingkan banyak mamalia lainnya.