Anak orangutan dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama induknya untuk mempelajari keterampilan bertahan hidup, mulai dari mencari makanan hingga bergerak di antara pepohonan.
Temuan tersebut memberikan gambaran baru mengenai kehidupan sosial orangutan Kalimantan.
Selama ini, orangutan sering digambarkan sebagai kera besar yang lebih suka menyendiri dibandingkan simpanse atau gorila. Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan sosial mereka ternyata lebih dinamis, terutama ketika melibatkan induk dan anak.
Para peneliti menilai keputusan pergerakan induk tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dirinya sendiri, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kebutuhan perkembangan anak.
Penelitian jangka panjang seperti ini juga memperlihatkan pentingnya menjaga habitat alami orangutan. Interaksi antara induk dan anak dengan individu lain dapat dipelajari secara lebih mendalam ketika satwa tersebut hidup bebas di lingkungan aslinya.
Bagi ilmuwan, temuan dari hutan Kalimantan ini menjadi bukti tambahan bahwa perilaku pengasuhan pada primata memiliki kompleksitas yang menarik untuk terus dipelajari.
Dan bagi kita, penelitian tersebut memperlihatkan satu hal yang terasa akrab: bahkan di tengah hutan Kalimantan, seekor induk orangutan ternyata juga berupaya agar anaknya punya teman bermain.