NADIKABAR.COM — Tiga asosiasi di industri rokok alternatif/elektrik mendorong pembahasan bersama dengan lembaga riset terkait penelitian mengenai risiko di sektor tersebut, terutama kesehatan.

Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO) Fachmi K Firmansyah menyampaikan klaim risiko kesehatan bisa berdampak terhadap pelaku usaha.

Itu karena kata dia, dalam pernyataannya yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, karakter sektor ini banyak melibatkan pelaku usaha lokal dan bersifat padat karya.

"Industri kami, terutama industri open system, itu industri padat karya. Dari hulu sampai ke hilir semuanya pemain lokal," kata Fahmi.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Budiyanto turut menyampaikan pihaknya tidak menolak adanya risiko kesehatan dari penggunaan produk industri ini.

Namun, kata dia, hasil penelitian yang disampaikan kepada publik perlu dijelaskan secara lengkap, termasuk konteks, metode penelitian, sampel, dan indikator kesehatan yang digunakan.