Menurutnya, sebelumnya telah terdapat sejumlah kajian mengenai produk rokok elektronik, termasuk penelitian yang dipublikasikan pada 2025 yang membandingkan sejumlah parameter di industri rokok.
βKalau ada bukti baru, kami siap mempelajarinya dan mendukung tindak lanjut yang diperlukan," katanya.
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Eliquid Indonesia (PPEI) Daniel Boy Purwanto menyampaikan pelaku industri terbuka terhadap temuan ilmiah, termasuk apabila hasil penelitian menunjukkan adanya risiko kesehatan.
Menurut dia, industri siap melakukan evaluasi dan perbaikan produk apabila terdapat bukti ilmiah yang kuat.
"Kita tidak menutup diri kalau misalnya hasilnya ternyata memang negatif, mungkin kita pun bakal berbenah juga untuk produk kita," kata Daniel.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan mengharapkan penyalahgunaan narkoba melalui rokok elektronik atau vape ditangani terukur.