NADIKABAR.COM — Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) dan Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) mendorong penguatan implementasi, khususnya ketersediaan pasokan di kebijakan subsidi harga gas bumi tertentu (HGBT) guna memacu kinerja.
Ketua Umum FIPGB Yustinus Gunawan menyampaikan merujuk Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang ekspansif selama 29 bulan berturut-turut hingga awal 2024, menjadi bukti HGBT berhasil memulihkan kinerja industri yang sempat turun.
Menurutnya, dalam keterangan di Jakarta, Senin, pelaksanaan kebijakan yang diinisiasi pada masa pandemi COVID-19 tersebut menjadi pembuktian atas keakurasian pengambilan keputusan oleh pemerintah.
Pihaknya mencatat pada Juni 2026, 27,5 persen volume alokasi yang dibayar dengan harga HGBT 7 dollar AS per million british thermal unit (MMBTU), sementara sisanya dipenuhi dari gas regasifikasi LNG seharga sekitar 20 dollar AS.
Adapun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan kebutuhan gas industri sekitar 2.700 million standard cubic feet per day (MMSCFD), sedangkan yang terpenuhi melalui skema HGBT sekitar 1.600 MMSCFD.