Kemenperin juga mencatat dampak positif HGBT terhadap sektor industri pada 2020-2023 mencapai Rp147,11 triliun.

Sementara itu, Asaki menilai kebijakan HGBT mesti dilihat sebagai investasi strategis negara untuk menciptakan nilai tambah industri, meningkatkan daya saing produk nasional, memperluas investasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Oleh karena itu, pemerintah perlu menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan keandalan pasokan gas bagi industri.

Sebelumnya, Ketua Asaki Edy Suyanto menyoroti pembatasan pemanfaatan gas HGBT sejak September 2026 yang dinilai menjadi tantangan bagi industri keramik nasional.

Asaki memperkirakan harga gas rata-rata dapat mencapai 8-8,5 dolar AS per MMBTU melalui kombinasi skema HGBT dan biaya regasifikasi gas alam cair (LNG).