Data tersebut keluar dari hasil laporan Cheng ketika membahas white paper bertajuk The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia.
Cheng menjelaskan angka sebesar itu tak lepas dari dampak yang ditimbulkan oleh beberapa bidang, di antaranya pengembang, produsen, dan penyelenggara esports yang setidaknya menyumbang sekitar 50% dari nilai tersebut, termasuk tingginya tingkat lapangan kerja.
Dia juga mengungkapkan bagaimana bisnis ini akan semakin berkembang ke depannya. Menurutnya, bila melihat hingga 2030, dirinya memperkirakan industri game akan menyumbang nilai yang lebih besar hingga USD 14,2 miliar dan 1,16 juta lapangan kerja.