Studi itu menyoroti bahwa sebagian besar pendapatan industri gim di Indonesia masih didominasi oleh sektor perangkat keras dan periferal sebesar 47 persen, disusul eSports sebesar 24 persen, dan ritel 22 persen. Sementara itu, sektor pengembangan dan perilisan gim baru menyumbang sebesar 7 persen dari total nilai pendapatan.

Agar Indonesia dapat meraih manfaat optimal dari pengembangan industri gim nasional, laporan ini memberikan beberapa rekomendasi di antaranya perluasan akses pembiayaan bagi studio lokal melalui berbagai instrumen, seperti hibah prototipe, pendanaan pendamping, dan pinjaman berbunga ringan, untuk membantu pengembang membawa lebih banyak gim ke pasar.

Lalu, penciptaan peluang untuk mengoptimalkan nilai Kekayaan Intelektual (IP) lokal melalui proses pendaftaran, penilaian, dan pembiayaan IP yang lebih sederhana agar studio dapat membangun bisnis penerbitan yang berkelanjutan.

Rekomendasi terakhir adalah penguatan jalur pengembangan bakat dan ekspansi internasional dengan menghadirkan kurikulum khusus, penempatan kerja di industri, dan inisiatif penjajakan bisnis untuk menjangkau pasar global.