NADIKABAR.COM — Industri gim Indonesia diproyeksikan dapat menyumbang hingga 3,3 miliar dolar AS (setara Rp59 triliun) dan mendukung 476.600 lapangan kerja pada tahun 2030 melalui skenario pertumbuhan yang dipercepat.

Proyeksi tersebut berasal dari laporan "The video game industry: Unlocking the next level of economic and social development in Southeast Asia" yang dirilis perusahaan teknologi Tencent dan firma konsultan kebijakan publik Access Partnership. Direktur Urusan Publik Global Tencent untuk Asia Pasifik Monrawee Ampolpittayanant menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berpeluang mengubah kekuatan pasar gim lokal menjadi ekosistem kreatif dan produksi yang lebih kuat.

"Di dalamnya (industri gim Indonesia) studio lokal dapat mengembangkan IP asli, membangun bisnis yang berkelanjutan, dan terhubung dengan audiens di seluruh dunia," ujar Monrawee di Jakarta, Kamis.

Khusus membahas Indonesia, selain proyeksi pendapatan yang berkontribusi pada ekonomi, laporan itu menunjukkan bahwa pada 2030 industri gim lokal berpotensi membuka 476.600 lapangan pekerjaan.

Pada 2025, dalam laporan white paper tersebut terungkap bahwa industri gim Indonesia menciptakan pendapatan total sebesar 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp23 triliun) dengan penyerapan tenaga kerja di sebanyak 257.400 pekerja. Pendapatan tersebut berkontribusi sebanyak 0,12 persen terhadap Pendapatan Bruto Domestik (PDB) Indonesia.