Laporan dari Tencent dan Access Partnership itu mengupas kondisi industri gim di level Asia Tenggara (ASEAN) dengan lima negara sebagai penyumbang terbesarnya yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Singapura, yang kontribusinya memberi nilai tambah pada PDB gabungan kelima negara senilai 8,2 miliar dolar AS (sekitar Rp148 triliun) pada 2025.
Porsi kontribusi Indonesia di Asia Tenggara (ASEAN) untuk industri gim mencapai 21 persen, posisi yang samadengan Thailand. Sementara untuk pemimpin pasar masih dipimpin oleh Malaysia dengan persentase kontribusi sebesar 31 persen.
Untuk kontribusi Singapura dan Filipina pada industri gim ASEAN tercatat masing-masing berkontribusi sebesar 16 persen dan 12 persen.
Pada 2030 diperkirakan industri gim ASEAN dapat berkontribusi senilai 14,2 miliar dolar AS (sekitar Rp256 triliun) dengan penciptaan lapangan pekerjaan sebanyak 1.160.000 pekerjaan.