Selain itu, Susiwijono mengatakan pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jepang, khususnya di sektor Industri otomotif dan komponen pendukungnya.

Menurut, Indonesia tidak hanya kana menjadi pasar, tetapi juga bagian dari rantai nilai global, dan menjadi basis utama untuk produksi ekspor ke lebih dari 100 negara tujuan ekspor.

"Melalui dialog yang terbuka seperti ini, Pemerintah optimis kemitraan Indonesia-Jepang dapat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara ke depan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah menyampaikan bahwa Indonesia telah menandatangani 25 perjanjian perdagangan internasional, baik FTA maupun CEPA, dan telah menyelesaikan proses ratifikasi untuk mendorong percepatan implementasi dalam upaya memperluas akses pasar.