Segmen manufaktur membukukan pendapatan Rp9,18 triliun, meningkat 17,6 persen dibandingkan Rp7,80 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut didorong permintaan komponen dari produsen kendaraan atau original equipment manufacturer (OEM), seiring peningkatan produksi kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan komersial.
Astra Otoparts juga memperluas pengembangan komponen untuk kendaraan elektrifikasi atau xEV, termasuk komponen umum dan khusus, di samping mempertahankan pasokan bagi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
Perseroan turut mendiversifikasi bisnis manufaktur ke sektor nonotomotif, seperti alat kesehatan dan industri lainnya.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan Rp7,84 triliun, tumbuh 12 persen dibandingkan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.