"Misalkan Malaysia sampai 490, Thailand 275. Jadi kalau itu rasio kepemilikan mobilnya bisa meningkat, itu pasti produksi akan lebih besar lagi," ujar Sarmuji saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan dengan pabrikan mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Sarmuji juga mencatat adanya pertumbuhan pasar kendaraan sebesar 15%. Hal ini menandakan industri otomotif Indonesia masih tetap tumbuh dan belum habis.

"Jadi narasi tentang deindustrialisasi itu sebenarnya narasi yang sudah agak ketinggalan, kita industri kita mulai tumbuh. Mulai menuju kebangkitan," terang Sarmuji.