NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan industri pengolahan atau manufaktur menjadi sumber pertumbuhan terbesar dari sisi lapangan usaha dengan andil 1,20 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan III 2026.

“Jadi, dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen, sebanyak 1,20 poin persentase berasal dari industri pengolahan,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Selain industri pengolahan, sektor lapangan usaha lainnya yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi di antaranya perdagangan (0,94 persen), konstruksi (0,62 persen), serta informasi dan komunikasi (0,49 persen).

Bila dirinci, sektor industri pengolahan tumbuh solid hingga 5,87 persen, di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional, didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri.