Di saat yang sama, tekanan inflasi berpotensi membuat suku bunga bertahan pada level yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, dengan arah kebijakan moneter yang akan semakin beragam di berbagai kawasan.

"Dalam kondisi ini, perkembangan makroekonomi diperkirakan akan memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk arah pasar, sementara dinamika geopolitik dan berbagai kerentanan lainnya tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati," ujar Christian dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, pasar negara berkembang tetap menjadi bagian penting dalam portofolio global, terutama bagi investor yang mencari sumber pertumbuhan di luar pasar negara maju.

Di tengah ketidakpastian yang mewarnai pasar modal sepanjang 2026, AllianzGI Indonesia memandang volatilitas sebagai bagian dari siklus investasi. Dalam kondisi tersebut, menjaga disiplin investasi dan berfokus pada tujuan investasi jangka panjang menjadi kunci untuk membangun nilai investasi yang berkelanjutan.