BPS mencatat kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi pendorong utama inflasi bulanan dengan memberikan andil sebesar 0,16 persen. Namun demikian, kata Ari, ada aspek pembiayaan lain yang memberikan dampak pada inflasi.

"Kenaikan biaya kuliah di awal tahun ajaran baru perguruan tinggi juga memberi andil terhadap inflasi," ujar Ari.

Secara akumulatif, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) Jabar menembus 2,10 persen dan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada di angka 3,16 persen.