NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat inflasi Jawa Barat pada September 2026, berada di level 0,23 persen secara bulanan (month to month/mtm) yang utama dipicu oleh komoditas cabai rawit dan beras.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Kamis mengungkapkan dampak musim kemarau panjang yang memicu serangan hama patek dan kekeringan di sentra produksi, berimbas pada keterbatasan pasokan cabai rawit dan beras, hingga mendorong inflasi tersebut.

"Musim kemarau panjang berdampak pada keterbatasan pasokan cabai rawit dan beras. Di sisi lain, peningkatan permintaan pasar turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras," kata Ari.