"Berikutnya cabai rawit dengan andil inflasi 0,05%, serta tomat dengan andil inflasi 0,04%, menyusul sawi hijau, labu siam dan sawi putih dengan andil inflasi masing-masing 0,01%" jelasnya.
Komoditas lainnya di luar kelompok makanan minuman dan tembakau tersebut yang juga memberikan andil inflasi dominan, terutama tarif angkutan udara dengan adil inflasi 0,01%.
Pada Oktober 2026 kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,06% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,01%. Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini yaitu emas perhiasan dengan andil deflasi 0,01%.
Semua kelompok komponen mengalami inflasi baik komponen inti, harga diatur pemerintah dan harga bergejolak. Inflasi Oktober 2026 yang sudah disebutkan yaitu sebesar 0,22% utamanya didorong oleh inflasi kelompok bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi 0,77%.