Berdasarkan komponen, komponen bergejolak mengalami inflasi 0,88% dengan andil inflasi 0,15%, dan komponen inti mengalami inflasi 0,21% dengan andil inflasi 0,13%. Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi 0,33% dengan andil deflasi 0,07%.

Menurut wilayah, dari 38 provinsi, 27 provinsi mengalami inflasi dan 11 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku dengan tingkat inflasi bulanan masing-masing sebesar 0,81%. Adapun deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,27%.

Secara tahunan, inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19%, lebih tinggi dibandingkan inflasi Agustus 2025 sebesar 2,31%. Berdasarkan kelompok pengeluaran, pendorong utama inflasi tersebut adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,13%, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63% serta kelompok transportasi sebesar 0,58%.