NADIKABAR.COM — Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah Robert Greenfield MD, kondisi ini terkadang baru diketahui setelah seseorang mengalami serangan jantung berikutnya dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan sebelumnya. Silent heart attack bahkan dapat terjadi saat tidur. Seseorang mungkin terbangun karena merasa tidak nyaman, tetapi menganggapnya sebagai mimpi buruk atau gangguan tidur biasa.
Dikutip dari Prevention, ada sejumlah gejala samar yang tetap perlu diperhatikan. Sesak napas, misalnya, dapat muncul saat melakukan aktivitas ringan atau bahkan ketika sedang beristirahat. Masalah pada sistem kardiovaskular dapat langsung memengaruhi pernapasan karena jantung dan paru-paru bekerja sama untuk memastikan tubuh mendapat cukup oksigen.
Gejala lainnya adalah jantung berdebar. Ketika mengalami gangguan, jantung dapat berusaha mengimbanginya dengan memompa lebih cepat sehingga detaknya terasa lebih cepat, keras, atau tidak teratur. Kondisi ini juga dapat disertai lemas atau kelelahan yang muncul tiba-tiba, ketika tubuh terasa sangat berat dan kehilangan tenaga, termasuk pada lengan dan kaki.
Serangan jantung tanpa gejala khas juga dapat menyebabkan mual atau gangguan pencernaan. Keluhan seperti mual, gangguan pencernaan, atau kram perut yang muncul tiba-tiba terkadang disalahartikan sebagai masalah lambung. Selain itu, nyeri tubuh atau otot dapat muncul di bagian yang tampaknya tidak berkaitan dengan jantung, seperti punggung bagian atas, lengan, atau rahang. Rasa sakitnya bahkan bisa terasa seperti pegal atau gejala flu.
Terakhir, seseorang bisa merasa tubuhnya tidak seperti biasanya. Perasaan tidak enak badan, lelah, atau seperti ada sesuatu yang tidak beres mungkin terlihat sepele. Namun, jika keluhan tersebut muncul bersama jantung berdebar, sesak napas, atau kelelahan yang sangat berat, kondisi tersebut perlu diwaspadai.
Faktor risiko silent heart attack pada dasarnya sama dengan serangan jantung pada umumnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, stres, penggunaan zat tertentu, dan riwayat keluarga. Karena gejalanya dapat samar, mengenali perubahan pada tubuh dan segera mencari pertolongan ketika muncul keluhan yang mengkhawatirkan menjadi hal yang penting.