NADIKABAR.COM — Dalam ingatan masyarakat Sunda, nama Naga Antaboga atau Sanghyang Antaboga sangat lekat sebagai sosok dewa dalam mitologi asal-usul padi. Namun, siapa sangka jika sosok "naga" ini benar-benar ada di dunia nyata dan mendiami Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ular yang memiliki nama ilmiah Xenodermus javanicus ini sering dianggap sebagai hewan 'penunggu' Gunung Sanggabuana. Penamaan 'naga' sendiri merujuk pada sisik punggungnya yang menonjol seperti gerigi, sangat mirip dengan penggambaran naga dalam legenda.

Secara etimologi, nama Xenodermus berarti 'kulit aneh', sebuah identitas yang pas untuk menggambarkan evolusi unik dari keluarga Xenodermidae ini. Berbeda dengan naga dalam mitos yang berukuran raksasa, panjang tubuh Ular Naga Jawa ternyata tidak sampai 1 meter.

Ular ini umumnya tumbuh hingga 50 centimeter, dengan ciri khas tiga baris sisik kasar yang menonjol di punggungnya. Fakta menarik lainnya, ular betina cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan jantan.