Meskipun namanya mengandung unsur 'Jawa', spesies ini sebenarnya tersebar luas. Dr. Felix Kopstein dalam studinya tahun 1938 mencatat: "Wilayah distribusi yang diketahui saat ini adalah Semenanjung Malaya (Pinang, Perak, Victoria Point), Sumatra, Jawa, dan Kalimantan".
Banyak yang menduga ular naga adalah predator berbahaya. Faktanya, Ular Naga Jawa sama sekali tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia. Alih-alih menyemburkan api, ular ini justru memangsa hewan kecil seperti katak dan cacing.
Sifatnya pun sangat pemalu dan nokturnal, atau aktif di malam hari. Mereka sangat menyukai habitat yang sejuk dan lembap di atas ketinggian 1.000 mdpl.
Situs Animalia BRIN menyebutkan: "Habitat dengan kondisi udara sejuk, ketinggian di atas 1.000 mdpl serta daerah lembap dekat bebatuan dan aliran air sangat ia sukai. Sebab mereka sering bersembunyi di daerah bebatuan".